Audit & Risk Oversight Committee Charter

PIAGAM KOMITE AUDIT & PEMANTAUAN RESIKO

PENGANTAR

Latar Belakang

Sebagai perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Indo Tambangraya Megah Tbk., yang selanjutnya disebut ITM, wajib patuh kepada undang-undang tentang pasar modal dan semua peraturan terkait lainnya. ITM memahami bahwa kepatuhan terhadap segala peraturan adalah hal yang penting dalam mencapai tujuannya. ITM memegang teguh prinsip tata kelola perusahaan yang baik yang terdiri dari transparansi, independensi, akuntabilitas, bertanggungjawab, berkeadilan dan berkewajaran serta mempromosikan praktek tata kelola terbaik dalam menjalankan roda perusahaan demi kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingannya yang luas. Dalam rangka menerapkan keadilan dalam menjalankan peran pengawasannya terhadap Direksi dan guna memfasilitasi pemenuhan tugas dan tanggung jawab fidusiarinya Dewan Komisaris membentuk komite komite termasuk Komite Audit & Pemantauan Resiko.

Visi

Komite Audit & Pemantauan Resiko berusaha untuk menjadi instrumen yang berkompeten, independen dan professional serta dapat diandalkan yang bertujuan untuk menjalankan perannya secara bertanggung jawab dan membantu Dewan Komisaris dengan cara yang terbaik dengan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Dewan Komisaris dalam menjalankan peran pengawasannya.

Misi

Komite Audit & Pemantauan Resiko membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas pengawasannya, membantu untuk memastikan Perusahaan dikelola dan dijalankan dengan baik sesuai dengan prinsip dan aturan tata kelola perusahaan yang baik, praktik terbaik, tanggung jawab sosial dan manajemen yang baik.

Tujuan

Piagam Komite Audit & Pemantauan Resiko ini ditetapkan oleh Dewan Komisaris sebagai panduan dari Komite Audit & Pemantauan Resiko dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya berdasarkan asas transparansi, akuntabilitas, kompetensi, dan independen dengan tujuan utama untuk memastikan Perusahaan dikelola, dijalankan sesuai dengan kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku.

ORGANISASI

Struktur

Keanggotaan Komite Audit & Pemantauan Resiko terdiri dari 3 (tiga) anggota yang terdiri dari Komisaris Independen dan anggota yang independen dari eksternal Perusahaan.

Ketua Komite Audit & Pemantauan Resiko merupakan Komisaris Independen. Dalam hal terdapat lebih dari satu Komisaris Independen yang menjadi anggota Komite Audit, maka salah satunya bertindak sebagai Ketua Komite Audit & Pemantauan Resiko.

Penunjukkan dan pemberhentian anggota Komite Audit & Pemantauan Resiko merupakan hak dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan harus dilaporkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.

Kualifikasi Keanggotaan

Anggota Komite Audit & Pemantauan Resiko harus memiliki kualifikasi sebagai berikut :

a. Berintegritas tinggi, berkompetensi, memiliki pengetahuan dan pengalaman sebagaimana terefleksi dari latar belakang pendidikan, professional dan mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik;

b. Pengetahuan dan kemampuan yang baik dalam menganalisa laporan keuangan, memahami dengan baik mengenai industri dan bisnis Perusahaan, proses audit dan manajemen resiko;

c. Setidaknya salah satu anggota memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian di bidang akuntansi;

d. Mempunyai pengetahuan mengenai peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai perusahaan terbuka, dan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal, pertambangan dan hal-hal lainnya terkait dengan operasional Perusahaan.

Prasyarat Keanggotaan

Anggota Komite Audit & Pemantauan Resiko harus memenuhi prasyarat sebagai berikut :

a. Tidak memiliki afiliasi keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan/atau pemegang saham utama baik secara garis horizontal maupun vertikal (melalui hubungan pernikahan atau hubungan pernikahan atau nenek moyang keturunan hingga generasi kedua);

b. Tidak memiliki hubungan bisnis secara langsung maupun tidak langsung dengan ITM;

c. Tidak bertindak sebagai orang dalam atau karyawan dari Kantor Akuntan Publik, Konsultan Hukum atau pihak lainnya yang memberikan jasa pemastian, jasa penilaian dan konsultasi kepada ITM dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sebelum penunjukkannya;

d. Tidak menjadi orang yang bertanggung jawab atau berwenang untuk membuat rencana, memimpin, mengontrol atau mengawasi operasional ITM dalam 6 (enam) bulan sebelum penunjukkannya;

e. Tidak menjadi pemegang saham ITM baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal anggota Komite Audit & Pemantauan Resiko mendapatkan saham ITM melalui jalur hukum, saham tersebut harus dialihkan kepada pihak lain dalam waktu 6 (enam) setelah diperolehnya kepemilikan atas saham tersebut; 

f. Bersedia untuk terus meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan formal atau pelatihan;

g. Bersedia untuk mematuhi Kode Etik Komite Audit & Pemantauan Resiko sebagaimana ditentukan oleh Perusahaan.

Masa Jabatan

Masa jabatan Komite  Audit & Pemantauan Resiko  tidak boleh lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan.

Masa jabatan Komisaris yang menjabat sebagai anggota Komite  Audit & Pemantauan Resiko  harus mengikuti masa jabatan Dewan Komisaris dan dapat dipilih kembali untuk maksimum satu kali masa jabatan. 

 Masa jabatan anggota Komite  Audit & Pemantauan Resiko  yang bukan merupakan Dewan Komisaris ditetapkan oleh Dewan Komisaris dan dapat dipilih kembali untuk maksimum satu kali masa jabatan.

TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN KEWENANGAN

Tanggung jawab utama Komite  Audit & Pemantauan Resiko  antara lain adalah untuk meninjau laporan keuangan Perusahaan, menilai apakah sistem pengendalian internal dan manajemen resiko Perusahaan sudah memadai, dan memastikan Perusahaan telah mematuhi undang-undang dan peraturan terkait, menyiapkan laporan dan memberikan opini kepada Dewan Komisaris untuk persetujuan rapat pemegang saham jika diperlukan. Dalam memastikan Komite  Audit & Pemantauan Resiko  melaksanakan perannya secara efektif dan efisien, maka tugas, tanggung jawab serta kewenangan Komite  Audit & Pemantauan Resiko  ditetapkan sebagai berikut :

Tugas dan Tanggung Jawab

Kewenangan

Komite  Audit & Pemantauan Resiko  memiliki akses penuh, bebas dan tanpa batas terhadap arsip dan informasi Perusahaan baik mengenai karyawan, dana, asset dan juga sumber daya Perusahaan terkait dengan eksekusi tugas-tugasnya.

Dalam melaksanakan kewenangannya, Komite  Audit & Pemantauan Resiko  bekerja sama dengan Internal Audit berdasarkan keterkaitan fungsi dan bukan hierarki.

Komite Audit memilliki hak untuk meminta kehadiran Internal Audit dalam rapatnya sebagaimana dipandang perlu.

Komite Audit memiliki hak untuk menunjuk konsultan dengan biaya sesuai kebijakan anggaran Perusahaan.

RAPAT, LAPORAN DAN ANGGARAN

Rapat

Komite  Audit & Pemantauan Resiko  wajib mengadakan rapat secara berkala setidaknya satu kali setiap triwulan.

Keputusan Komite  Audit & Pemantauan Resiko  dibuat berdasarkan musyawarah untuk mufakat yang dibuat dalam rapat yang diadakan dengan panggilan rapat sebelumnya dan dihadiri oleh setidaknya 2/3 anggota.

Keputusan Komite  Audit & Pemantauan Resiko  dianggap sah dan mengikat jika disetujui oleh lebih dari ½ (satu per dua) anggota Komite Audit yang hadir pada rapat.

Rapat Komite  Audit & Pemantauan Resiko  dipimpin oleh Ketua Komite Audit atau oleh anggota paling senior jika Ketua tidak dapat hadir.

Jika dipandang perlu, Komite  Audit & Pemantauan Resiko  memiliki hak untuk mengundang ahli dari pihak eksternal dalam rapatnya untuk mendengarkan pendapatnya atas permasalahan yang sedang dimusyawarahkan.

Komite  Audit & Pemantauan Resiko  mengelola arsip dari Rapatnya dalam bentuk minuta yang disimpan secara baik.

Laporan

Komite  Audit & Pemantauan Resiko  melapor kepada Dewan Komisaris atas hasil tugasnya.

Komite  Audit & Pemantauan Resiko  melaporkan secara berkala kepada Dewan Komisaris atas aktifitas, permasalahan yang dihadapi dan rekomendasi untuk tindak lanjut.

Komite  Audit & Pemantauan Resiko  melalui Dewan Komisaris wajib melaporkan hasil kerja dan pencapaiannya serta informasi lainnya yang dipandang perlu setiap tahunnya dalam Laporan Tahunan Perusahaan.

Anggaran

Sebelum tahun fiskal berakhir, Komite  Audit & Pemantauan Resiko  harus menyiapkan rancangan dan melaporkan kepada Dewan Komisaris atas rencana kerja dan anggaran sehubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya. Anggaran Komite  Audit & Pemantauan Resiko  termasuk dalam Anggaran Tahunan Dewan Komisaris. Segala administrasi Komite Audit dikelola oleh Ketua Internal Audit untuk keperluan praktis sepanjang mengenai hasil audit. Segala asset Komite  Audit & Pemantauan Resiko  yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya didaftarkan sebagai asset Perusahaan.

PROSES KERJA

Dalam melaksanakan peran dan tanggung jawabnya, Komite  Audit & Pemantauan Resiko  dibantu oleh seorang sekretaris, namun untuk aspek pemastian atas operasional Perusahaan, kepatuhan terhadap peraturan perundangan, dan kecukupan sistem pengendalian internal, Komite  Audit & Pemantauan Resiko  bekerja sama dengan fungsi Internal Audit dan Kepatuhan & Manajemen Resiko.

Dalam memastikan pencapaian target kerja, Komite  Audit & Pemantauan Resiko  menciptakan matriks kerja dengan fungsi terkait sebagai berikut : 

 

EVALUASI KINERJA

Evaluasi Kinerja Kinerja Komite  Audit & Pemantauan Resiko  dinilai secara koletif setiap tahunnya berdasarkan prinsip peninjauan sendiri dan hasilnya dilaporkan kepada Dewan Komisaris bersamaan dengan Laporan Tahunan Komite  Audit & Pemantauan Resiko .

Penilaian mencakup efektifitas dari aspek sebagai berikut : 

  1. Komposisi dan kualifikasi komite,
  2. Aktifitas anggota,
  3. Administrasi rapat,
  4. Rapat dengan pihak terkait,
  5. Melaksanakan tugas peninjauan untuk area sebagai berikut :

5.1 Audit dan Kontrol Internal,

5.2 laporan keuangan,

5.3 manajemen resiko,

5.4 Kepatuhan hukum,

5.5 audit eksternal,

5.6 Transaksi konflik kepentingan.

     6. Ringkasan

Disetujui oleh Dewan Komisaris pada 25 Juli 2013.