Perusahaan Catat Keuntungan, Sinyal Positif Tampak

18 Agu 2016 09:52

Dengan mengutamakan strategi efisiensi yang gencar, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. berhasil membukukan kinerja positif pada pada paruh pertama tahun 2016 di tengah harga baru bara yang masih lemah karena pasokan yang berlebih di pasar. Kabar baiknya indeks batu bara global mengalami kecenderungan penguatan yang berarti.

Harga rata-rata batu bara pada paruh pertama 2016  tercatat USD 46,3 per ton, lebih rendah 22% daripada periode yang sama tahun sebelumnya. Volume penjualan sepanjang enam bulan pertama 2016 tercatat 13,1 juta ton atau turun 6% dibanding kurun yang sama tahun lalu. Turunnya harga jual dan volume penjualan menyebabkan pendapatan bersih turun 26% dari USD 825 juta pada semester pertama tahun 2015 menjadi USD 609 juta pada periode yang sama tahun ini. 

Marjin laba kotor 19% pada periode ini, turun tipis 2% dibanding periode yang sama tahun lalu. Adapun Pendapatan Sebelum Bunga dan Pajak tercatat USD 59 juta, turun 40% dibanding kurun yang sama tahun lalu. Meskipun begitu perusahaan berhasil membukukan laba bersih USD 36 juta sepanjang kurun tersebut.

Sepanjang paruh tahun pertama Perusahaan tetap taat asas menerapkan strategi efisiensi biaya yang meliputi operasi penambangan dan kegiatan logistik penambangan, kegiatan rantai pasokan, serta pengurangan biaya tidak langsung (overhead), sehingga biaya keseluruhan dapat dikurangi. Selain itu penurunan harga minyak mentah menyebabkan biaya operasi dan logistik perusahaan menjadi terkendali. 

Kabar baiknya, semua indeks harga batu bara global semenjak akhir Ferbruari memperlihatkan kecenderungan meguat dari titik terendahnya. Kenaikan disebabkan beberapa faktor di antaranya menguatnya permintaan batu bara secara terbatas di China dan India, serta berkurangnya produksi batu bara di Indonesia akibat curah hujan yang lebat. Pengaruh pemulihan harga ini diperkirakan akan memberikan pengaruh positif pada Perusahaan pada akhir paruh kedua.

Sepanjang paruh pertama tahun ini perusahaan menghasilkan 12,7 juta ton batu bara dengan volume penjualan 13,1 juta ton yang dikapalkan ke China (3,2 juta ton), Jepang (2,2 juta ton), India (2,0 juta ton), Indonesia (1,8 juta ton), Filipina (1,1 juta ton), Thailand (1,1 juta ton), dan negara-negara di Eropa, Asia Timur, Pasifik dan Asia Tenggara. 

Adapun target volume produksi batubara untuk tahun 2016 adalah sebesar 26,6 juta ton dan target penjualannya sebesar 27,7 juta ton.

Untuk menghadapi harga batu bara yang masih lemah, perusahaan akan melanjutkan program pengurangan biaya dan mengutamakan pengeluaran untuk belanja modal.

Sampai dengan akhir Juni 2016, total aktiva PT Indo Tambangraya Megah Tbk. tercatat USD 1.113 juta. Perusahaan mencatat jumlah ekuitas USD 845 juta dan tidak mempunyai pinjaman. Laba bersih per saham untuk periode ini adalah USD 0,03.

Kembali ke Berita