Raih Momentum Kenaikan Harga, Laba Bersih Naik Berganda

23 Mei 2017 10:30

Perusahan berhasil memanfaatkan momentum kenaikan harga pada triwulan terakhir tahun lalu.

PT Indo Tambangraya Tbk. (ITM) mempertahankan kinerja yang kukuh pada kuartal pertama 2017. Perusahan berhasil memanfaatkan peluang kenaikan harga batu bara pada kuartal terakhir 2016 dan pada kuartal pertama 2017 sehingga memperoleh rata-rata harga jual yang lebih tinggi pada kuartal pertama dan menghasilkan kinerja keuangan yang kuat. 

Pada triwulan pertama 2017 perusahaan menghasilkan 5,4 juta ton, lebih baik sedikit daripada target produksi 5,3 juta ton. Rata-rata harga jual pada kuartal pertama 2017 adalah USD 67,5 per ton, atau naik 42% dari USD 47,7 per ton di periode yang sama tahun lalu sedangkan rata-rata harga acuan turun tipis menjadi USD 83 per ton dari USD 95 per ton. Perusahaan mencetak penjualan bersih sebesar USD 368 juta. 

ITM mencatat perbaikan pada marjin laba kotor, yaitu 31% pada kuartal ini dibandingkan 21% pada kuartal yang sama tahun lalu. EBIT naik 132% secara year-on-year menjadi USD 89 juta. Laba bersih meningkat 148% menjadi USD 57 juta dari USD 23 juta pada kurun waktu yang sama tahun lalu. Laba bersih per saham pada kuartal ini adalah USD 0,05. 

Sampai dengan akhir triwulan pertama 2017, total aktiva ITM bernilai USD 1.292 juta dengan ekuitas USD 866 juta. Perusahaan mempertahankan posisi kas dan setara kas sebesar USD 404 juta tanpa hutang pada akhir kuartal pertama.

Sepanjang triwulan pertama 2017 perusahaan mengapalkan 5,4 juta ton batu bara  ke Jepang (1,3 juta ton), China (0,9 juta ton), Indonesia (0,8 juta ton), Thailand (0,6 juta ton), Korea Selatan (0,5 juta ton), India (0,5 juta ton) dan negara-negara lain di Asia Timur, Selatan, dan Tenggara. 
Untuk tahun 2017 volume produksi ditargetkan 25,5 juta ton target volume penjualan ditargetkan 27 juta ton. Dari angka itu, 77% sudah terjual.  Harga batu bara pada kuartal mendatang diperkirakan akan mencerminkan perubahan kebijakan produksi batu bara di China. China telah mencabut kebijakan pengetatan produksi batu bara semenjak kuartal pertama tahun ini yang diperkirakan akan meningkatkan pasokan batu bara di pasar. 

Tahun ini perusahaan akan terus meningkatkan produktivitas, misalnya dengan meningkatkan infrastruktur tambang dan memaksimalkan proses seperti mempercepat siklus penongkangan.  Perusahaan terus berusaha untuk tetap di depan memimpin kecenderungan pasar dan tetap luwes dalam jangka pendek maupun jangka panjang guna memaksimalkan jumlah cadangan batu bara. 

Perusahaan menjalankan beberapa strategi guna menangkap marjin pada sepanjang rantai nilai dengan lebih banyak menggunakan kontraktor internal, membeli batu bara dari pihak ketiga guna meningkatkan nilai proses pencampuran batu bara serta meningkatkan efektivitas pembelian dan logistik bahan bakar guna meminimalkan harga. Selain itu sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik di dalam negeri, perusahaan telah meragamkan bisnis inti dengan berinvestasi pada bidang pembangkit energi. 

Kembali ke Berita