Permintaan Global Terus Meningkat, Laba Bersih Naik Konsisten

15 Nov 2017 16:29

Harga terus naik sehingga laba meningkat secara konsisten

Rata-rata harga jual batu bara yang terus naik secara konsisten karena kecenderungan permintaan dunia yang terus meningkat. PT Indo Tambangraya Megah Tbk. pada sembilan bulan pertama tahun 2017 membukukan laba bersih 147% lebih tinggi dibanding kurun waktu yang sama tahun lalu.

Laba bersih tercatat USD 172 juta pada sembilan bulan pertama tahun 2017 versus USD 70 juta pada periode yang sama tahun lalu sebagai akibat peningkatan rata-rata harga jual batu bara sebesar 48% dari USD 47,5 per ton menjadi USD 70,3 per ton.

Kenaikan rata-rata harga batu bara disebabkan oleh permintaan yang meningkat secara global, terutama di Asia Timur, Selatan, Tenggara, dan Eropa sedangkan China masih sebagai faktor dominan. Selain memasuki musim dingin, China memperketat standar keselamatan penambangan di dalam negeri sehingga pasokan dalam negeri melambat. Kami memperkirakan pasar akan tetap kukuh sampai penghujung tahun.

Dengan volume penjualan 16,5 juta ton pada sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar USD 1.164 juta, naik 21% dari USD 958 juta pada kurun waktu yang sama tahun lalu.

Marjin laba kotor pada sembilan bulan pertama tercatat 30% dibandingkan 20% pada kurun waktu yang sama tahun lalu, sedangkan EBIT naik 154% dari USD 105 juta menjadi USD 267 juta secara year-on-year. Laba bersih per saham tercatat USD 0,16.

Sampai dengan akhir September 2017, total aktiva ITM bernilai USD 1.347 juta dengan ekuitas USD 982 juta. Perusahaan mempertahankan posisi kas dan setara kas sebesar USD 402 juta tanpa hutang pada akhir semester pertama.

Perusahaan menjual 16,5 juta ton batu bara sepanjang sembilan bulan pertama yang dikapalkan ke Jepang (3,7 juta ton), China (3,1 juta ton), Thailand (2,2 juta ton), Indonesia (1,9 juta ton), India (1,6 juta ton), Korea Selatan (1,2 juta ton), Filipina (1,2 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Timur, Selatan, dan Tenggara.

Untuk tahun 2017 volume produksi ditargetkan 22,6 juta ton sedangkan target volume penjualan ditargetkan 23,5 juta ton, dan dari angka itu, 98% sudah terjual.

ITM telah mengakuisisi 70% saham PT Tepian Indah Sukses (TIS) dengan nilai transaksi USD 9.5 juta. TIS memegang Izin Usaha Pertambangan seluas 2.065 hektar dengan jumlah cadangan 4,7 juta ton dan memiliki karakteristik batu bara berkalori tinggi. Berdekatan dengan tambang Trubaindo Coal Mining (TCM) di Kalimantan Timur, kegiatan operasional akan memanfaatkan infrastruktur TCM yang sudah ada di Melak.

ITM juga telah mengambil langkah untuk menjadi produsen terpadu dan menangkap lebih banyak marjin sepanjang rantai nilai dengan mengakuisisi 75% saham PT GasEmas (PTGE), perusahaan distributor bahan bakar. PTGE akan memasok disel bagi tambang-tambang ITM maupun pelanggan pihak ketiga. Kegiatan operasional ITM memang mengkonsumsi jumlah disel yang signifkan. Biaya bahan bakar menghabiskan 21% keseluruhan beban operasi di luar royalti. Unit distribusi bahan bakar yang baru ini akan membantu ITM dalam hal mengamankan pasokan disel ke tambang-tambang ITM, mengurangi biaya dan logistik, dan memudahkan penerimaan baru dari pihak ketiga.

Tahun ini perusahaan akan terus meningkatkan produktivitas, misalnya dengan meningkatkan infrastruktur tambang dan memaksimalkan proses seperti mempercepat siklus pengangkutan batu bara dengan tongkang. Perusahaan terus berusaha untuk tetap di depan memimpin kecenderungan pasar dan tetap luwes dalam jangka pendek maupun jangka panjang guna memaksimalkan jumlah cadangan batu bara.

Selain itu sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik di dalam negeri, perusahaan telah meragamkan bisnis inti dengan berinvestasi pada bidang pembangkit energi.

Kembali ke Berita