Laba Bersih USD 39 Juta di tengah Fluktuasi Harga

14 Mei 2019 18:46

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) pada triwulan pertama tahun 2019 mencatat kinerja keuangan positif di tengah fluktuasi harga batu bara dunia.

Permintaan batu bara pada 1Q19 melemah dari biasanya sebagai akibat cuaca sedang dan perlambatan ekonomi. Dari sisi pasokan, curah hujan yang rendah di Indonesia menyebabkan produksi batu bara tinggi. Akibatnya, harga batu bara turun secara global.

Harga batu bara sedikit turun, tetapi pendapatan bersih tumbuh 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu seiring dengan kenaikan volume penjualan sebesar 36%.

Meksipun begitu, laba bersih perseroan turun 33% dari USD 58 juta pada triwulan pertama 2018 menjadi USD 39 juta pada periode yang sama tahun ini utamanya disebabkan oleh pelemahan rata-rata harga jual batu bara. Harga jual batu bara perusahaan turun  15% menjadi USD 71,1 per ton pada triwulan pertama 2019 dari USD 83,6 per ton pada periode yang sama tahun lalu.

Lebih jauh lagi, penurunan laba bersih disebabkan oleh kenaikan biaya akibat nisbah kupas (stripping ratio) yang lebih tinggi. Kenaikan nisbah kupas ini sementara dan direncanakan lebih rendah pada triwulan-triwulan berikutnya.

Dengan rata-rata harga jual dan biaya yang lebih tinggi, marjin laba kotor tercatat 21% berbanding 29% pada triwulan pertama tahun lalu sedangkan EBIT pada periode ini turun 35% menjadi USD 57 juta. Adapun laba bersih per saham tercatat USD 0,036.

Sampai dengan akhir Maret 2019, total aktiva ITM bernilai USD 1.470 juta dengan ekuitas USD 853 juta. Perusahaan mempertahankan posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar USD 392 juta dengan pinjaman modal kerja jangka pendek sebesar USD 14,5 juta.

Perusahaan menjual 6 juta ton batu bara dalam triwulan pertama 2019 yang dikapalkan ke China (1,9 juta ton), Jepang (1,1 juta ton), Indonesia (0,6 juta ton), India (0,5 juta ton), Bangladesh (0,5 juta ton), Thailand (0,4 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Timur, Selatan, dan Tenggara.

Pada triwulan pertama ini perusahaan menghasilkan 5,8 juta ton batu bara. Untuk tahun 2019 volume produksi ditargetkan 23,6 juta ton sedangkan sasaran volume penjualan adalah 26,5 juta ton. Dari angka itu, 78% sudah terjual.  

Dengan kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan yang cepat di sektor energi, ITM melihat potensi signfikan untuk menggunakan teknologi, kemampuan digital dan pola pikir untuk menciptakan nilai lebih bagi para pemegang saham. Oleh sebab itu, perseroan telah memulai proses transformasi digital. Transformasi digital ini ditujukan untuk meningkatkan teknologi, pola pikir, dan organisasi perseroan untuk melakukan inovasi cara kerja, meningkatkan produk dan layanan dan memperluas ke bisnis-bisnis baru yang potensial. Kami percaya hasil transfomasi digital menjadi kunci inti kompetensi untuk menjalankan strategi-strategi kami dalam tahun-tahun mendatang.

Kembali ke Berita