Pendapatan Bersih Tumbuh di Tengah Perlambatan Ekonomi Dunia

16 Agu 2019 14:56

Perlambatan ekonomi dunia menyebabkan harga batu bara melemah.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) mencatat pertumbuhan penjualan bersih pada paruh pertama 2019 di tengah perlambatan ekonomi global.


Ekonomi global yang mengalami tekanan sebagai akibat perang dagang menyebabkan permintaan batu bara dunia – terutama dari China — melemah, sehingga harga batu bara cenderung menurun. 


Meskipun begitu, pendapatan bersih naik 10% menjadi USD 893 juta dari USD 809 juta pada paruh pertama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kenaikan volume penjualan sebesar 28% dari periode yang sama tahun lalu menjadi 12,3 juta ton. 


Akan tetapi, laba bersih perseroan turun 31% dari USD 103 juta pada paruh pertama tahun lalu menjadi USD 69 juta pada periode yang sama tahun ini, utamanya karena pelemahan harga batu bara. Harga rata-rata batu bara pada paruh pertama 2019 tercatat USD 68,8 per ton, turun 16% dari USD 80,9 per ton pada periode yang sama tahun lalu.


Di sisi lain kenaikan volume penjualan juga sejalan dengan kenaikan volume produksi batu bara yang mendorong kenaikan biaya produksi. Lebih jauh lagi, penurunan laba bersih juga disumbangkan oleh kenaikan biaya akibat nisbah kupas (stripping ratio) yang lebih tinggi karena pada paruh pertama ini perusahaan terus mengoptimalisasi cadangan batu bara dengan menggali lebih dalam.


Dengan rata-rata harga jual yang lebih rendah dan biaya yang lebih tinggi, marjin laba kotor turun 10% menjadi 18% berbanding 28% pada paruh pertama tahun lalu sedangkan EBIT pada periode ini turun 42% menjadi USD 96 juta. Dan akhirnya laba bersih pada paruh pertama tahun ini menjadi USD 69 juta.  Adapun laba bersih per saham tercatat USD 0.06. 


Sampai dengan akhir Juni 2019, total aktiva ITM bernilai USD 1.324 juta dengan ekuitas USD 885 juta. Perusahaan mempertahankan posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar USD 287 juta dengan pinjaman jangka pendek sebesar USD 4 juta.


Perusahaan pada paruh pertama mengapalkan batu bara ke China (4,0 juta ton), Jepang (2,0 juta ton), Indonesia (1,6  juta ton), India (0,8 juta ton), Filipina (0,8 juta ton), Bangladesh (0,6 juta ton) dan negara-negara lain di Asia Timur, Selatan, dan Tenggara. 


Pada paruh pertama ini perusahaan menghasilkan 11,4  juta ton batu bara. Untuk tahun 2019 volume produksi ditargetkan 23,6 juta ton sedangkan sasaran volume penjualan adalah 26,5 juta ton. Dari angka itu, 93% sudah terjual.  


Dengan kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan yang cepat di sektor energi, ITM melihat potensi signfikan untuk menggunakan teknologi, kemampuan digital dan pola pikir untuk menciptakan nilai lebih bagi para pemegang saham. 

 

Oleh sebab itu, perseroan telah memulai proses transformasi digital. Transformasi digital ini ditujukan untuk meningkatkan teknologi, pola pikir, dan organisasi perseroan untuk melakukan inovasi cara kerja, meningkatkan produk dan layanan dan memperluas ke bisnis-bisnis baru yang potensial. Kami percaya hasil transfomasi digital menjadi kunci inti kompetensi untuk menjalankan strategi-strategi kami dalam tahun-tahun mendatang

Kembali ke Berita