Kinerja Semakin Kukuh Ditopang Efisiensi and Harga Jual

16 Nov 2016 11:35

Perusahaan berhasil memangkas biaya produksi 30% semenjak 2013.

Pasar batu bara termal terus berada dalam situasi ketat pada kuartal ketiga 2016 disebabkan oleh pasokan yang berkurang di China dan musim penghujan di Indonesia. Indeks Harga Batu Bara Newcastle secara rata-rata mengalami kenaikan dari USD 55 per ton pada kuartal kedua 2016 menjadi USD 76 per ton pada kuartal ketiga 2016. Kami memperkirakan harga batu bara akan terus naik pada kuartal keempat 2016. 

Berdasarkan perbandingan kinerja antara kuartal ketiga dengan kuartal sebelumnya, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. mencatat kenaikan penjualan bersih sebesar 25% dari USD 278 juta menjadi USD 349 juta dengan rata-rata harga jual batu bara USD 49,9 per ton atau naik 12% dari USD 44,7 per ton pada kuartal sebelumnya. Marjin laba kotor naik 5% dari kuartal sebelumnya menjadi 22% pada kuartal ini. Pendapatan Sebelum Bunga dan Pajak naik 132% dari USD 20 juta pada kuartal sebelumnya menjadi USD 47 juta pada kuartal ketiga ini. Adapun laba bersih tercatat naik 146% dari USD 13 juta pada kuartal sebelumnya menjadi USD 33 juta pada kuartal ketiga.

Dengan rata-rata harga jual yang tercatat USD 47,5 per ton pada sembilan bulan pertama tahun 2016 atau lebih rendah 18% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan bersih tercatat USD 958 juta atau turun 21% dibanding USD 1.206 juta pada periode yang sama tahun lalu. Pada sembilan bulan pertama tahun ini marjin laba kotor tercatat 20% atau lebih rendah 2% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Pendapatan Sebelum Bunga dan Pajak pada sembilan bulan pertama tahun ini USD 106 juta dibanding USD 146 juta pada periode yang sama tahun lalu.  

Sampai dengan akhir September 2016, total aktiva PT Indo Tambangraya Megah Tbk. tercatat USD 1.175 juta. Perusahaan mencatat jumlah ekuitas USD 878 juta dan tidak mempunyai pinjaman. Laba bersih per saham untuk periode ini adalah USD 0,06.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini perusahaan menghasilkan 19 juta ton batu bara dengan volume penjualan keseluruhan 20,1 juta ton yang dikapalkan ke China (5,2 juta ton), Jepang (3,8 juta ton), Indonesia (2,8 juta ton), India (2,5 juta ton), dan negara-negara lain di Eropa, Asia Timur, Pasifik dan Asia Tenggara. 

Untuk tahun 2016, curah hujan yang lebih tinggi daripada yang diharapkan telah berdampak pada produksi, sehingga volume produksi kini ditargetkan 26,2 juta ton sedangkan target volume penjualan diubah menjadi 27,1 juta ton. Dari angka itu, 99% sudah terjual. Dampak positif kenaikan harga batu bara diperkirakan akan terlihat pada kinerja di kuartal keempat. 

Perusahaan berfokus pada peningkatan produktivitas dan rasionalisasi harga untuk menciptakan platform operasi yang berkelanjutan ketika situasi ekonomi lesu sambil terus mempertahankan keluwesan untuk menangkap peluang pada saat situasi pasar mulai membaik. Biaya produksi telah terpangkas 31% semenjak program ini diterapkan secara ketat di tahun 2013. Dampaknya, rata-rata harga batu bara yang menanjak semenjak pertengahan tahun menghasilkan marjin laba kotor yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.  

Perusahaan telah dan akan terus memusatkan diri pada produktivitas dan strategi efesiensi biaya sambil menangkap tambahan marjin di sepanjang rantai proses nilai batu bara termasuk investasi pembangkit tenaga listrik. Di samping itu, Perusahaan terus berusaha melanjutkan untuk di depan memimpin kecenderungan pasar dan tetap luwes dalam jangka pendek maupun jangka panjang guna memaksimalkan jumlah cadangan batu bara. 

Kembali ke Berita