SW, bocah 4 tahun asal Malang, merokok dan mengeluarkan kata-kata jorok dan kasar. Setiap kali dia mengepulkan asap, orang-orang dewasa di sekitarnya bertepuk tangan, tertawa dan menyorakinya.
AR, bocah 2,5 tahun asal Sulawesi, merokok semenjak 18 bulan. Jika tidak diberi rokok, sang anak bakal meraung-raung, menangis agar diberikan sebatang rokok. Kedua orang tuanya memenuhi rengekan sang anak agar diam.
Dua contoh situasi tersebut memperlihatkan bahwa lingkungan dan orangtua sangat mempengaruhi perkembangan anak dalam membentuk kebiasaan mereka.
Pendek kata, pendidikan anak usia dini (antara 0 sampai 6 tahun) memang begitu penting lantaran pada usia tersebut anak-anak belajar dengan cepat. Mereka menyerap segala macam informasi dan pengalaman yang dia lihat di sekitar.
Menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini, ITM menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Mutu Pendidik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Nonformal Wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu pada tanggal 22 dan 23 Juni 2010. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik PAUD untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mendidik anak-anak usia dini.
Materi yang diberikan adalah bagaimana membuat media pembelajaran bagi anak usia dini, medeteksi dini perkembangan anak (untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dini), dan mengevaluasi perkembangan anak. Pemateri adalah pakar pendidikan di bidang anak usia dini: Yufi Natakusumah, Yuliani Nurani Sjiono, dan Rita Rosmala.
Di PAUD anak-anak ditanamkan nilai-nilai dasar, dibentuk kecerdasan, dan kemauan dasar dalam bentuk permainan yang melatih saraf sensorik dan motorik. Mereka didorong untuk melakukan interaksi dan eksplorasi situasi sosial di sekitar mereka.
Rita Rosmini, yang juga mewakili Himpaudi Jakarta mengatakan bahwa banyak kegiatan semacam ini yang tidak terjangkau pemerintah. “Di sini peran swasta menjadi penting,” katanya sambil mengucapkan terima kasih atas dukungan ITM terhadap PAUD.
Menurut Manajer Komunikasi Korporat ITM Melina Karamoy, kegiatan-kegiatan untuk PAUD akan dilanjutkan, disesuaikan menurut kebutuhan lapangan. “Yang pasti bermanfaat,” katanya. Dengan pengetahuan yang diperoleh, diharapkan para pengajar PAUD dapat semakin mudah menjadikan anak-anak menjadi cerdas dan berakhlak mulia.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan Aksi Relawan yang merupakan perwujudan program tanggung jawab perusahaan bernama “ITM untuk Pendidikan.” Ini merupakan program andalan ITM dalam lingkup nasional. Diharapkan, selain memberikan sumbangsih bagi dunia pendidikan, kegiatan-kegiatan semacam ini dapat memberikan citra yang positif bagi Perusahaan di mata seluruh pemangku kepentingan.