Perusahaan yang profesional, tentunya berasal dari para karyawan yang profesional pula. Dan sebenarnya, Departemen Sumber Daya Manusia ITM mengembangkan sebuah sistem yang ditujukan untuk merekrut karyawan-karyawan terbaik untuk mengisi posisi-posisi strategis. Program ini berama Geologist and Engineer Trainee (GET).
Program GET yang ketiga diresmikan pada tanggal 14 June 2010. Peresmian yang dihadiri oleh jajaran manajerial ITM tingkat atas ini menandai dimulainya program pelatihan dan pengembangan yang menyeluruh bagi 9 lulusan baru bidang geologi, teknik pertambangan, teknik elektronika. Mereka berasal dari 4 perguruan tinggi terkemuka di tanah air, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, dan Universitas Mulawarman Samarinda.
Persyaratan program ini ketat. Tidak saja para kandidat harus memenuhi indeks prestasi kumulatif paling tidak 3, mereka juga diharuskan menjalani wawancara oleh manajemen garis depan ITM, mengikuti tes psikologi dan bahasa Inggris, uji kemampuan persentasi, dan mempertunjukkan cara berpikir kritis mereka dalam diskusi kelompok.
”Kalian adalah salah satu faktor penentu bagi kejayaan bisnis kita,” kata Kepala Pengembangan Teknik dan Layanan Neil Chistopher Turvey melalui sambungan televideo dari Bangkok. Ia menambahkan bahwa kurikulum pelatihan GET telah mengalami banyak penyempurnaan dalam tiga tahun terakhir. Ia pun menuturkan sekilas tentang ITM dan Grup Banpu yang telah mendunia. Terhubung oleh seluruh lokasi operasi penambangan milik ITM, televideo ini juga diikuti oleh manajemen tambang, sebagian kepala tambang, dan para bakal pembimbing program.
Ketika menyambut para insinyur baru ini, Somyot meminta mereka agar benar-benar mempratikkan ilmu mereka di lapangan. Menurutnya, kebanyakan insinyur tidak memiliki kemampuan kepemimpinan. Akan tetapi, dengan mengikuti GET, mereka akan belajar cara berhubungan dan menangani manusia, tambahnya.
”Terlepas dari itu semua, nikmatilah bagaimana rasanya menjadi bagian Keluarga Besar ITM,” katanya sambil menjelaskan nilai-nilai Perusahaan: Banpu Spirit.
”Program ini bagus sekali, karena sebelum terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya, para lulusan bakal memperoleh pengalaman dan pelatihan yang pas, sehingga memparipurnakan pengetahuan yang didapat di perguruan tinggi,” kata Aryo Wibowo, dosen teknik pertambangan ITB yang menyampaikan penghargaan pada program ini.
Selain kurikulum baru yang mengarahkan para lulusan untuk lebih banyak menjalani pengalamaan di lapangan, Program GET kali ini juga diikuti oleh peserta Program T-GET, yaitu program serupa yang diselenggarakan oleh Banpu di Thailand Bangkok. Empat orang peserta T-GET akan menjalani sebagian masa pelatihan di Jakarta dan ditempatkan di lokasi pertambangan.
Dalam 12 bulan mendatang, para peserta GET akan menjalani program orientasi 2 bulan di kantor Jakarta dan 10 bulan praktik lapangan di lokasi tambang. Diharapkan, dengan disuntikkannya ”darah segar” ini, kegiatan Perusahaan akan menjadi semakin bertenaga.