Volume Penjualan Meningkat 34%

PT Indo Indo Tambangraya Megah Tbk. dalam paruh pertama 2010 mencatat pendapatan bersih sebesar US$134 juta atau turun 16% dari US$159 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berkurangnya pendapatan bersih terutama disebabkan oleh turunnya harga jual rata-rata batubara sebesar 9% dari US$79,2 per ton pada semester pertama tahun lalu menjadi US$72,0 per ton pada periode yang sama tahun ini. Penurunan ini menyebabkan marjin laba kotor turun 5% dari 40% dari paruh pertama tahun 2009 menjadi 35% pada semester pertama 2010, dan mengakibatkan pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT) turun 7% dari US$214 juta menjadi US$200 juta.

Meskipun demikian, volume penjualan batubara meningkat 34% menjadi 11,35 juta ton pada paruh pertama tahun ini, sehingga total penjualan bersih naik 22% dari US$676 juta menjadi US$822 juta.

Sampai akhir semester pertama 2010, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. telah memproduksi batubara sebanyak 11,0 juta ton, atau 47,8% dari target 23 juta ton yang ditetapkan untuk tahun ini.

Posisi kas dan setara kas Perusahaan sampai dengan akhir paruh pertama adalah US$391 juta atau naik 47% dari US$266 juta di periode yang sama tahun lalu. Posisi utang sampai saat ini US$95juta, sedangkan jumlah posisi ekuitas adalah US$766 juta.

China Pasar Terbesar

Dari target penjualan 23 juta ton untuk tahun ini, 95% sudah dikontrak dengan perincian 81% sudah ditentukan harga jualnya, 13% mengikuti harga indeks, sedangkan 1% sudah disepakati volume penjualannya. Adapun 5% sisanya belum terjual.

Dalam enam bulan pertama tahun ini, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. memasarkan produknya sebanyak 2,7 juta ton ke China (24%), 2,3 juta ton ke Jepang (21%), 1,1 juta ton ke Taiwan (10%), 0,9 juta ton ke Italia (8%), 0,8 juta ton ke Korea Selatan (7%), 0,8 juta ton ke Filipina (7%), 0,7 juta ton ke Thailand (6%), 0,6 juta ton ke Malaysia (6%), 0,6 juta ton ke Hong Kong (6%), dan 0,4 juta ton ke Indonesia (3%).

Dari target produksi 23 juta ton untuk tahun ini diharapkan Indominco dapat memberikan kontribusi 14,2 juta ton, Trubaindo 6 juta ton, Jorong 1 juta ton, Embalut 1,6 juta ton. Adapun Bharinto diharapkan akan mulai berproduksi pada akhir tahun 2010 dengan target produksi awal 0,2 juta ton.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. menghasilkan batubara dengan energi kisaran antara 5.300 kkal/kg sampai dengan 6.550 kkal/kg dengan kandungan sulfur antara 0,3% - 0,7%, kandungan abu 4% - 7%, dan kadar kelembaban 30% - 12%.

Belanja Modal Utama

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. berencana untuk mengoptimalkan aset-aset yang ada maupun melakukan akuisisi untuk meningkatkan cadangan batubara dalam lima tahun ke depan.

Untuk tahun 2010, ITM telah mengalokasikan telah belanja modal utama (major capital expenditure) sebesar US$101 juta. Anggaran ini digunakan terutama untuk pengembangan infrastruktur di Blok Timur Indominco, studi kelayakan tambang dalam di Tambang Indomino dan Trubaindo, penambahan alat-alat berat bagi Tambang Kitadin Tandung Mayang, dan pengembangan infrastruktur di Tambang Kitadin Embalut dan Bharinto.

Sementara itu, proyek perluasan Terminal Batubara Bontang telah diselesaikan dengan kemampuan baru kapasitas-muat kapal menjadi 18,5 juta ton per tahun, kapasitas-muat tongkang menjadi 2 juta ton per tahun, dan kapasitas bongkar tongkang 12 juta ton per tahun.

Terminal Batubara Bontang yang telah diperluas ini diharapkan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan diversifikasi produk. Selain itu, dia juga akan mengurangi kebergantungan pada pelabuhan-pelabuhan milik pihak ketiga serta memampukan Perusahaan memasok batubara untuk kebutuhan domestik dan ceruk pasar tertentu.

Adapun Pembangkit Listrik Bontang telah beroperasi semenjak 22 Juni 2010 dan pada tanggal 8 Juli berhasil melaksanakan uji keterandalan (reliability test) selama 72 jam. Pembangkit Listrik Tenaga Batubara Bontang memiliki kapasitas total 14 Megawatt dan telah mengalirkan listrik bagi Terminal Batubara Bontang dan Tambang Indominco.

Strategi Manajemen

Saat ini, Perusahaan terus mempraktikkan strategi-strategi penurunan biaya (cost effective dan cost competitive) dengan menekan biaya di pelbagai pos pengeluaran operasi.

Perusahaan juga terus memperkuat penerapan standar manajemen kualitas, keselamatan dan lingkungan, serta tatakelola perusahaan yang baik dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Sampai dengan 30 Juni 2010, keseluruhan cadangan batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. tercatat sebesar 283 juta ton, sedangkan sumber daya batubara sebesar 1.650 juta ton.