Pendapatan Bersih ITM Naik 104%

Sampai dengan kuartal ketiga 2009, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) mencatat pendapatan bersih sebesar US$266 juta atau naik 104 persen dari US$130 juta pada periode yang sama tahun lalu. Adapun total penjualan bersih sampai dengan kuartal ketiga 2009 adalah US$1.046 juta atau naik 17 persen dari US$897 pada periode yang sama tahun lalu.

Salah satu penyumbang peningkatan pendapatan ITM adalah volume penjualan batubara yang naik 7 persen. Sampai dengan kuartal ketiga tahun 2009, volume penjualan tercatat 13,8 juta ton, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu volume penjualan adalah 12,9 juta ton.

Selain itu, meningkatnya rata-rata harga jual batubara dari US$68,8 per ton pada sembilan bulan pertama tahun lalu menjadi US$75,2 per ton pada periode yang sama tahun ini serta penurunan harga bahan bakar lebih dari 50 persen (yaitu dari US$1,1 per liter menjadi US$0,5 per liter) ikut menyumbang kenaikan pendapatan periode Januari – September 2009.

Peningkatan volume penjualan dan rata-rata harga jual batubara serta penurunan harga bahan bakar juga menaikkan pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT). Sampai dengan kuartal ketiga tahun ini EBIT tercatat sebesar US$ 341 juta atau naik 70 persen dari US$200 juta pada kurun waktu yang sama tahun lalu. Sedangkan marjin laba kotor naik 8 persen dari 33 persen menjadi 41 persen.

Sampai dengan kuartal ketiga 2009, posisi kas dan setara kas ITM adalah US$309 juta atau naik 39 persen dari US$222 juta pada posisi di akhir tahun 2008. Posisi hutang adalah US$8 juta atau turun 27 persen dari US$11 juta di penghujung 2008, sedangkan jumlah kewajiban dan ekuitas adalah US$1.128 juta.

Target Penjualan Tercapai: Semua Telah Dikontrak

Dari target penjualan 20,5 juta ton tahun ini, seluruhnya telah dikontrak. Sebanyak 95 persen telah ditentukan harga jualnya, sebanyak 3 persen dijual berdasarkan harga indeks (seperti Barlow Jonker dan New Castle), sedangkan 1,5 persen lagi sudah dikontrak dengan harga yang masih dalam proses negoisasi.

Untuk tahun 2010, Perusahaan menetapkan target penjualan sebesar 23 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 79 persen telah dikontrak, dengan 44 persen telah ditentukan harga jualnya, 20 persen mengacu indeks, sedangkan 15 persen lagi belum ditentukan harga jualnya.

Produk batubara ITM memiliki posisi yang kuat di pasar Asia. Pada periode Januari – September 2009 ini, batubara ITM telah dijual ke Jepang (3,2 juta ton), Taiwan (1,7 juta ton), China (1,7 juta ton), India (1,6 juta ton), Thailand (1,4 juta ton), Philipina (1,4 juta ton), Indonesia (1 juta ton), Italia (0,8 juta ton), Malaysia (0,6 juta ton), dan Korea Selatan (0,5 juta ton).

Target Produksi 2009 Akan Tercapai

Total volume produksi batubara sampai dengan September adalah 14,8 juta ton, atau naik 1,6 juta ton (12 persen) dari periode yang sama tahun lalu. Dari seluruh volume produksi ITM tersebut, Tambang Indominco menyumbang 8,3 juta ton, Tambang Trubaindo 3,9 juta ton, Tambang Jorong 2,4 juta ton, dan Tambang Kitadin Embalut 0,2 juta ton.

Dengan demikian, sampai dengan bulan September 2009, total volume produksi batubara ITM sudah mencapai 72 persen dari total 20,5 juta ton yang ditargetkan untuk tahun 2009. Perusahaan memperkirakan target produksi tahun ini akan tercapai.

Ekspansi Organik

Fase pertama Tambang Bharinto saat ini sedang dalam tahap pengerjaan. Tambang Bharinto direncanakan dapat mulai beroperasi pada akhir tahun 2010. Tambang Bharinto rata-rata akan menghasilkan 2 juta ton batubara per tahun. Kualitas batubara yang dihasilkan adalah 6.750 kkal/kg dengan kadar sulfur 0,8 persen.

Tambang Kitadin Embalut yang dahulu sempat berhenti telah beroperasi kembali pada bulan Juli, lebih cepat daripada rencana awal. Tambang Kitadin Embalut ini rata-rata akan memproduksi sebanyak 2 juta ton per tahun. Kualitas batubara yang dihasilkan adalah 5.750 kkal/kg dengan kadar sulfur 0,2 persen.

Tambang Kitadin Tandung Mayang diharapkan dapat beroperasi pada awal tahun 2011 dengan rata-rata target produksi sebesar 3 juta ton per tahun. Kualitas batubara yang dihasilkan adalah 6.800 kkal/kg dengan kadar sulfur 1,5 persen.

Untuk periode 2010-2015, Perusahaan merencanakan mengeluarkan belanja modal (capital expenditure) sebesar US$189 juta.

Proyek-proyek

Saat ini, konstruksi Pembangkit Listrik Bontang telah tuntas 95 persen, sedangkan sistem drainase dan gudang tengah dalam tahap terakhir pengerjaan. Sedangkan pembangunan ruang kantor dan perbaikan jalan masih dalam proses tender. Dengan izin operasi yang sedang dipersiapkan juga, diharapkan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara Bontang dapat beroperasi pada akhir kuartal pertama tahun 2010 dan dapat memberikan sumber daya listrik untuk Tambang Indominco.

Proyek perluasan Terminal Batubara Bontang sedang dalam tahap penyelesaian akhir. Pemasangan sistem in-loading telah selesai dan peningkatan kecepatan angkut ban berjalan telah mencapai 3,500 ton per jam. Proyek ini diperkirakan akan selesai pada akhir kuartal pertama tahun 2010.