Beranda > Operasi > Tinjauan Operasi

Tinjauan Operasi

Silahkan klik lokasi pertambangan kami di peta berikut untuk mendapatkan keterangan tentang anak perusahaan kami.


Indominco
PT Indominco Mandiri

PT. Indominco Mandiri didirikan pada tanggal 11 November 1988.

Terletak di kabupaten-kabupaten Bontang, Kutai Kartanegara dan Kutai Timur, provinsi Kalimantan Timur.

Wilayah konsesi adalah 25.121 hektar yang terbagi menjadi 18.100 hektar di Blok Barat dan 7.021 hektar di Blok Timur.

PT Indominco Mandiri memasuki tahap produksi dan CCoW [Coal Contract of Work/Kontrak Kerja Batubara]ini berlaku sampai 5 Oktober 2030.

Batubara di dalam berbagai blok ini memiliki nilai 6.000 - 6.300 kkal/kg batubara dan terbentuk di sepanjang formasi Balikpapan dan Pulau Pulubalang pada zaman Miosen Akhir. Batubara sub-bitumenini dan bitumeini memiliki nilai kalori berkisar antara 6.000 sampai 6.500 kkal / kg dan kandungan sulfur dari 0,8-1,6%.

 
BoCT
Bontang Coal Terminal

Bontang Coal Terminal (BoCT[/Terminal Batubara Bontang]) terletak di wilayah operasional PT Indominco Mandiri.

Fasilitas ini digunakan untuk penyimpanan, pencampuran, dan pemuatan kapal. Kapasitas penyimpanan dari terminal ini dapatmencapai 650.000 ton.

BoCT dapat menampung kapal hingga bobot mati (DWT) 95.000[ton]. Fasilitas ini beroperasi selama 24 jam dan didukung oleh sistem dermaga cerdas (smart dock system) dan kapal tunda untuk berlabuh yang memungkinkan terminal untuk menangani hingga 20,5 juta ton batubara per tahun.

 
Trubaindo
PT Trubaindo Coal Mining

PT. Trubaindo Coal Mining didirikan pada tanggal 13 Maret 1990.
Terletak di Kabupaten Muara Lawa, Bentian Besar, Muara Pahu dan Damai dari Kabupaten Kutai Barat di provinsi Kalimantan Timur.

Konsesi wilayah 23.650 hektar terdiri dari Blok Utara dan Blok Selatan.

Batubara yang dapat dieksploitasi dalam kontrak ini adalah sepanjang 30 tahun, yang berlaku sejak awal produksi pada tanggal 28 Februari 2005 hingga 27 Februari 2035.

Lapisan batubara terbentuk pada formasi-formasi Pamaluan dan Cekungan Kutai, dan memiliki nilai kalori berkisar antara6.500 sampai 7.300 kkal / kg dan kandungan sulfur antara 0,8-1,4%.

 
Bharinto
PT Bharinto Ekatama

PT. Bharinto Ekatama didirikan pada tanggal 9 Januari 1996 dan memegang CCoW yangditandatangani dengan Pemerintah Indonesia pada tanggal 20 November 1997 untuk 93.100 hektar pada awalnya, yang diserahkan secara bertahap sehingga meninggalkan 22.000 hektar di Kabupaten Kutai Barat dan Barito Utara di Provinsi KalimantanTimur dan Tengah.

Otorisasi untuk memulai pembangunan infrastruktur pertambangan yang diperlukan diberikan pada pertengahan 2007. Batubara bitumennya memiliki nilai kalori 6.400 - 6.800 kkal/kg dan kandungan sulfur sebesar 0,8%.

 
Kitadin
PT Kitadin

PT. Kitadin didirikan pada tanggal 25 Januari 1978 dan memiliki dua Kuasa Pertambangan (KP) batubara untuk Embalut berlaku sejak25 Februari 2009 - 25 Februari 2013, dan untuk Tandung Mayang berlaku sejak28 Mei, 2008 - 28 Mei 2018.

PT Kitadin (Embalut) meliputi 2.973 hektar di desa Embalut, kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Batubara in bersifatsub-bitumen dengan nilai kalori 5.850 kkal/kg dan dengan kandungan sulfur 0,2%.

PT Kitadin (Tandung Mayang) memiliki area konsesi seluas 2.338 hektar dan terletak di Tandung Mayang, di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Batubara ini memiliki nilai kalori 6.700 kkal / kg dengankandungan sulfur 1,5%. Perusahaan ini juga beroperasi sebagai kontraktor pertambangan, khususnyauntukkonsesiPT Indominco Mandiri.

 
Jorong
PT Jorng Barutama Greston

PT. Jorong Barutama Greston didirikan pada tanggal 10 Mei 1991 dan memegang CCoW dari Pemerintah Indonesia untuk wilayah awal seluas 100.000 hektar yang secara bertahap dilepaskan menjadi 11.478 hektar, terletak 100 kilometer sebelah selatan Banjarmasin, ibukota provinsi Kalimantan Selatan.

Batubara di daerah ini, yang memulai produksi pada 10 Desember 1999 dengan CCoW berlaku sampai dengan 9 Desember 2029), memiliki nilai kalori 5.300 - 5.800 kkal / kg dan kandungan sulfur 0,3%, dan terletak pada formasi Warakin.