Pesan dari Presiden Direktur

Pada tahun 2009, ITM mencatat kinerja yang baik di seluruh aspek utama bisnisnya. Pencapaian laba meningkat sebesar 43%, ditunjang oleh peningkatan produksi batubara, perbaikan operasional penambangan, dan penurunan harga bahan bakar. Kinerja keselamatan kerja baik, sementara berbagai prosedur baru telah diterapkan guna meningkatkan kualitas tata kelola. Dengan telah terbentuknya kerangka operasional yang efisien dan profesional, proyek perluasan kapasitas Bontang Coal Terminal (BoCT) yang telah memasuki tahap penyelesaian akhir, serta posisi keuangan yang kokoh, ITM berada pada posisi yang lebih baik untuk meraih pertumbuhan ke depan.

KINERJA KEUANGAN 2009

ITM membukukan kinerja keuangan yang solid pada tahun 2009, dengan Laba Bersih Setelah Pajak meningkat sebesar 43% dibandingkan tahun 2008, menjadi sebesar US$336 juta. Ini adalah ekuivalen dengan laba per lembar saham sebesar US$30 sen, dibandingkan US$21 sen di tahun 2008. Kinerja profitabilitas tersebut merupakan hasil dari kenaikan produksi batubara dan perbaikan efisiensi biaya yang berdampak pada peningkatan pendapatan maupun marjin usaha.

Tahun 2009, ITM juga membukukan laba selisih kurs, dibandingkan rugi yang dicatat pada pos tersebut tahun 2008. Namun demikian, kontributor terbesar terhadap kenaikan laba adalah pertumbuhan Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi & Amortisasi (EBITDA) dari US$388 juta menjadi US$492 juta, didorong oleh kenaikan penjualan, perbaikan marjin laba kotor (dari 36% di 2008 menjadi 38%) dan terkendalinya biaya-biaya penjualan, umum dan administrasi. Penjualan bersih tercatat tumbuh 15% dari US$1.317 juta menjadi US$1.508 juta di tahun 2009 seiring dengan kenaikan 18% pada volume penjualan batubara dari 17,8 juta ton menjadi 21,0 juta ton, sekalipun harga jual rata-rata turun dari US$73,9 menjadi US$71,5 per ton.

Di akhir tahun, total aktiva tercatat sebesar US$1.199 juta, termasuk posisi kas bersih yang substansial (setelah dikurangi seluruh hutang terbeban bunga). Dengan demikian, ITM akan dapat mendanai rencana-rencana pembelanjaan barang modal dari arus kas internal, dan berada pada posisi yang baik untuk mengambil hutang baru – apabila diperlukan – guna memanfaatkan peluang ekspansi melalui akuisisi. Sementara ITM tetap berhati-hati dalam mengevaluasi dan menganalisa rencana-rencana investasi, merger dan akuisisi, ITM akan secara pro-aktif dan tanpa ragu menangkap peluang yang ada apabila diyakini dapat meningkatkan nilai dan hasil bagi pemegang saham.

PENJUALAN BATUBARA 2009

Volume penjualan batubara ke pasar Asia Timur Laut mengkontribusikan lebih dari setengah (54%) total penjualan di 2009, yaitu Jepang (4,2 juta ton), Cina (4,0 juta ton), Taiwan (2,6 juta ton) dan Korea (0,6 juta ton). Penjualan ke pasar Asia Tenggara mengkontribusikan 29% dari total penjualan, yaitu ke Thailand (2,0 juta ton), Filipina (1,8 juta ton), Indonesia (1,3 juta ton) dan Malaysia (0,9 juta ton), sedangkan selebihnya terutama adalah penjualan ke India (2,2 juta ton) dan Italia (1,4 juta ton). ITM memiliki keunggulan di aspek kemampuan pemasaran maupun dari produk-produk batubara campuran dari berbagai lokasi tambang. Secara rata-rata, sekitar tiga perempat dari seluruh pengapalan ke pelanggan adalah batubara campuran, sehingga ITM dapat lebih memenuhi spesifikasi pelanggan dan sekaligus memiliki strategi harga yang lebih baik.

Harga Newcastle Export Index di pasar spot untuk batubara kualitas tinggi dari Australia ke Jepang (dikenal sebagai indeks NEX atau sebelumnya, BJI) turun dari rata-rata US$80 per ton pada Januari 2009 menjadi sekitar US$63 di bulan Maret 2009. Selanjutnya, indeks NEX umumnya cenderung bergerak naik dan di bulan Desember 2009 telah kembali ke kisaran yang tidak jauh berbeda dari posisi di awal tahun, didorong oleh pemulihan ekonomi global dan pertumbuhan konsumsi batubara di Cina dan negara-negara Asia lainnya. Namun, akibat adanya perbedaan waktu antara kontrak dan pengapalan serta perbedaan kualitas batubara, harga jual rata-rata batubara ITM sepanjang tahun 2009 umumnya mencerminkan pergerakan penurunan harga indeks pada akhir tahun 2008 sampai awal tahun 2009.

KINERJA OPERASIONAL

Produksi batubara ITM tercatat mencapai 21,4 juta ton pada tahun 2009, melebihi target yang ditetapkan sebesar 20 juta ton. Pencapaian ini merupakan hasil dari peningkatan pada aspek efisiensi operasional maupun perencanaan tambang, didukung oleh kondisi cuaca yang lebih baik dibandingkan di tahun sebelumnya.

Pada tahun 2009, areal Blok Timur dan PT Kitadin (Embalut) mulai berkontribusi pada produksi batubara di semester kedua, sebesar masing-masing 1,9 juta ton dan 0,7 juta ton. Total produksi PT Indominco Mandiri di areal Blok Timur dan Blok Barat adalah 12,4 juta ton, naik dari 10,7 juta ton di 2008. Produksi PT Trubaindo Coal Mining naik dari 4,5 juta ton menjadi 5,2 juta ton, sementara produksi PT Jorong Barutama Greston juga melebihi produksi tahun sebelumnya dan mencapai 3,1 juta ton ditunjang oleh perbaikan pada prosedur perencanaan penambangan dan pengelolaan air.

Proyek peningkatan kapasitas BoCT mencatat kemajuan pesat. Perluasan stockyard di pelabuhan dan konstruksi fasilitas in-loading telah selesai, seperti juga peningkatan kapasitas conveyor belt serta instalasi fasilitas barge loader dan barge unloader. Pekerjaan yang tersisa, termasuk pengoperasian pembangkit listrik berbahan bakar batubara, diperkirakan akan selesai di tahun 2010. Dengan berbagai proyek tersebut, ITM akan mampu meningkatkan kapasitas penanganan batubara ke dan dari terminal secara signifikan, yang akan berujung pada perbaikan kualitas layanan kepada pelanggan, peningkatan efisiensi, dan penurunan biaya. Terminal Batubara Bontang juga akan dapat melayani pengapalan batubara yang diproduksi di tambang-tambang ITM lainnya (PT Trubaindo Coal Mining, PT Kitadin, PT Jorong Barutama Greston dan PT Bharinto Ekatama), sehingga mengurangi ketergantungan pada jaringan logistik pihak ketiga.

TATA KELOLA PERUSAHAAN DAN TANGGUNG JAWAB TERHADAP PEMANGKU KEPENTINGAN

Sejak pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia sekitar dua tahun yang lalu, ITM senantiasa berupaya keras untuk mengikuti teladan dari pemegang saham mayoritasnya dalam pengembangan dan penerapan standar praktik tata kelola perusahaan yang terbaik. Sekalipun masih cukup banyak hal yang masih harus diperbaiki, ITM telah mencatat banyak kemajuan di aspek ini, dengan telah adanya kerangka tata kelola yang profesional dan sehat bagi manajemen dan seluruh staf Perseroan. Pada tahun 2009, ITM menyelesaikan dokumen Pedoman Perilaku dan Panduan Kebijakan GCG yang dibagikan kepada seluruh karyawan ITM, bersama dengan program sosialisasi yang intensif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut di kalangan karyawan. Direksi percaya setiap karyawan di seluruh tingkatan organisasi dapat memperoleh manfaat berupa kepastian mengenai hak dan kewajiban mereka serta kejelasan mengenai pengambilan keputusan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Sepanjang tahun 2009, ITM berupaya meningkatkan kualitas aspek hubungan investor melalui penyelenggaraan presentasi hasil-hasil triwulanan dan acara temu analis dan temu investor secara berkala, serta menjaga keterbukaan pengungkapan lebih dari sekedar kepatuhan pada peraturan pasar modal dan prinsip akuntansi. ITM berupaya memberikan cukup data agar investor dan analis dapat mengevaluasi perkembangan nilai ITM. Selain mengkomunikasikan kinerja dan pencapaian Perusahaan, ITM juga menjelaskan ‘berita buruk’ atau kejadian-kejadian yang tidak diharapkan lainnya.

Cara pendekatan untuk membangun kepercayaan jangka panjang di kalangan komunitas investor juga diterapkan dalam interaksi ITM dengan para pemangku kepentingan lainnya. ITM terus menjalin kerja sama yang erat dengan masyarakat di sekitar lokasi tambang melalui upaya-upaya pengembangan kesejahteraan sosial dan ekonomi, dan perlindungan lingkungan hidup. Dalam proyek-proyek ini, ITM menggalang keterlibatan aktif dari masyarakat mulai dari tahap perencanaan, implementasi dan operasional. Dimana memungkinkan, ITM dan kontraktor penambangan ITM memberikan prioritas pada tenaga kerja dan pemasok lokal.

Dari sisi keselamatan dan kesehatan kerja, Direksi berbesar hati bahwa tidak terdapat kecelakaan kerja berakibat kematian ataupun kecelakaan berat di semua fasilitas tambang maupun operasional ITM di tahun 2009. ITM tentunya menginginkan hal tersebut setiap tahun, selaku perusahaan pertambangan batubara pencapaian tersebut patut dianggap sebagai sebuah prestasi, dan hasil dari komitmen seluruh karyawan terhadap pelatihan dan prosedur keselamatan kerja.

KATA PENUTUP

Saya pribadi merasa senang dapat bekerja bersamasama seluruh manajemen dan staf ITM serta pemangku kepentingan lainnya selama beberapa tahun ini. Memperkokoh perusahaan dengan mencatatkan sahamnya di bursa, dan mengembangkan perangkat dan sistem manajemen dan tata kelola yang profesional adalah tugas yang berat. Saya berbesar hati bahwa seluruh jajaran di ITM telah mampu mewujudkannya melalui kesamaan tujuan serta tekad kuat untuk berhasil dan mencapai yang terbaik dalam kinerja, baik secara individu maupun pada tataran perusahaan. Hal ini membuat saya optimis bahwa ITM akan mampu terus maju dan tumbuh di masa mendatang, menangkap peluang-peluang baru, dan mengatasi tiap tantangan yang timbul dengan penuh percaya diri.

Mewakili Direksi, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus atas kontribusi berbagai pihak bagi keberhasilan ITM di tahun 2009. Kami menghargai kepercayaan dari para pelanggan dan mitra usaha, dan berharap hubungan yang saling menguntungkan ini dapat terus berlanjut ke depan. Dukungan dan kerja keras seluruh jajaran karyawan telah menjadikan ITM lebih kokoh sebagai perusahaan yang dapat kita banggakan. Terakhir, kami berharap bahwa ITM telah dapat mengedepankan kepentingan para pemegang saham maupun pemangku kepentingan lainnya melalui pencapaian keseimbangan antara tujuan-tujuan jangka pendek dan kepentingan jangka panjang termasuk pertumbuhan berkelanjutan.

Hormat saya

Somyot Ruchirawat
Direktur Utama