Keanekaragaman Hayati

Kegiatan Konservasi Keanekaragaman Hayati didasari pemikiran bahwa keberadaan spesies-spesies tumbuhan dalam hutan sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan manusia dan ekosistem di sekitarnya. Lenyapnya satu plasma nutfah adalah kehilangan tak ternilai bagi dunia ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu ITM berprinsip bahwa tumbuhan di hutan pra tambang sedapat mungkin harus diselamatkan dan dikonservasi serta dikembalikan pada habitatnya pada saat masa pasca tambang. Konservasi adalah pilihan yang didasari pertimbangan ilmiah, menurut C. Marchese, konservasi adalah langkah yang ditempuh untuk menekan laju hilangnya biodiversitas yang disebabkan oleh aktivitas manusia, perubahan iklim secara global, hilangnya habitat dan punahnya spesies. Hal ini pun sesuai dengan kebijakan Perusahaan yang menekankan aspek Sustainability Development dalam praktik operasionalnya.

Sustainability Development adalah keniscayaan yang harus dilakukan oleh perusahaan sejalan dengan komitmen yang telah disepakati bahwa dimanapun ITM beroperasi akan menjalankan usahanya dengan bertanggungjawab terhadap masyarakat dan lingkungan. Budaya perusahaan pun memberikan panduan bagi segenap warga perusahaan untuk memiliki komitmen kuat diantaranya adalah menerapkan Pembangunan Berkelanjutan  demi keberlanjutan umat manusia.

Di samping itu, ditilik dari sisi aturan yang berlaku, operasional Perusahaan selalu ditempatkan dalam jalur regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Menjadi warga korporat yang baik adalah bagian dari pengembangan tata kelola perusahaan karena ketaatan adalah pondasi dari keberlanjutan.

Kegiatan Konservasi Keanekaragaman Hayati didasari pemikiran bahwa keberadaan spesies-spesies tumbuhan dalam hutan sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan manusia dan ekosistem di sekitarnya. Lenyapnya satu plasma nutfah adalah kehilangan tak ternilai bagi dunia ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu ITM berprinsip bahwa tumbuhan di hutan pra tambang sedapat mungkin harus diselamatkan dan dikonservasi serta dikembalikan pada habitatnya pada saat masa pasca tambang. Konservasi adalah pilihan yang didasari pertimbangan ilmiah, menurut C. Marchese, konservasi adalah langkah yang ditempuh untuk menekan laju hilangnya biodiversitas yang disebabkan oleh aktivitas manusia, perubahan iklim secara global, hilangnya habitat dan punahnya spesies. Hal ini pun sesuai dengan kebijakan Perusahaan yang menekankan aspek Sustainability Development dalam praktik operasionalnya.

Sustainability Development adalah keniscayaan yang harus dilakukan oleh perusahaan sejalan dengan komitmen yang telah disepakati bahwa dimanapun ITM beroperasi akan menjalankan usahanya dengan bertanggungjawab terhadap masyarakat dan lingkungan. Budaya perusahaan pun memberikan panduan bagi segenap warga perusahaan untuk memiliki komitmen kuat diantaranya adalah menerapkan Pembangunan Berkelanjutan  demi keberlanjutan umat manusia.

Di samping itu, ditilik dari sisi aturan yang berlaku, operasional Perusahaan selalu ditempatkan dalam jalur regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Menjadi warga korporat yang baik adalah bagian dari pengembangan tata kelola perusahaan karena ketaatan adalah pondasi dari keberlanjutan.