ITM Berhasil Pertahankan Kinerja yang Cukup Kuat

22 Nov 2019 16:26

Biaya produksi berhasil ditekan seiring dengan menurunnya harga bahan bakar dan nisbah kupas.

ITM berhasil mempertahankan kinerja yang cukup kuat di tengah melemahnya harga batu bara dunia. 


Pada sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini perusahaan mencatat volume penjualan 18,7 juta ton atau secara bermakna naik 17% dari kurun yang sama tahun lalu. Biaya produksi juga berhasil ditekan seiring dengan menurunnya harga bahan bakar dan nisbah kupas. 


Akan tetapi, disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata batu bara dari USD 84,2 per ton pada periode yang sama tahun lalu menjadi USD 66,3 per ton pada periode yang sama tahun ini, laba bersih menyusut menjadi USD 99 juta  dari USD 197 juta dari kurun yang sama tahun sebelumnya. 


Dengan rata-rata harga jual yang lebih rendah 21% itu, perusahaan mencatat penurunan pendapatan bersih sebesar 8% dari USD 1.415 pada sembilan bulan pertama tahun lalu menjadi USD 1.304 pada kurun waktu yang sama tahun ini sedangkan marjin laba kotor turun dari 30% menjadi 18%, setara  dengan penurunan marjin 12% year-on-year. 


LSBP (Laba Sebelum Bunga dan Pajak) tercatat USD 134 juta, turun 58% dari USD 321 juta pada periode yang sama tahun lalu. Adapun laba bersih per saham dibukukan USD 0,09.


Sampai dengan akhir September 2019, total aktiva ITM bernilai USD 1.308 juta dengan ekuitas USD 911 juta. Perusahaan mempertahankan posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar USD 271 juta dengan pinjaman modal kerja jangka pendek sebesar USD 10,6 juta.


Perusahaan pada sembilan bulan pertama tahun ini perusahaan mengapalkan batu bara ke China (6 juta ton), Jepang (3,3 juta ton), Indonesia (2,3 juta ton), India 1 juta ton), Filipina (1,1 juta ton), Bangladesh (0,7 juta ton) dan negara-negara lain di Asia Timur, Selatan, dan Tenggara. Perusahaan telah mencapai target volume penjualan 25,5 juta ton untuk tahun ini.


Dalam kurun waktu yang sama perusahaan menghasilkan 18,2  juta ton batu bara.  Untuk tahun 2019 volume produksi ditargetkan 23,5 juta ton. 


Ekonomi dunia terus tertekan akibat perang dagang berlanjut menyebabkan permintaan batu bara global menurun. Di sisi lain pasokan bertambah lebih cepat daripada permintaan. Akibatnya harga batu bara global terus melemah.


Untuk menghadapi situasi ini PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) berupaya memaksimalkan laba bersih dengan menerapkan tiga strategi inti sebagai berikut.


Pertama strategi peningkatan marjin laba. Di antaranya dengan memusatkan penjualan untuk pasar premium (seperti Jepang) di samping mencari segmen pelanggan baru di pasar Asia Tenggara (seperti Vietnam, Myanmar, Bangladesh) dan pasar dalam negeri.


Selain itu, perusahaan menggiatkan kegiatan pencampuran batu bara untuk meningkatkan mutu produk sehingga harga jual yang lebih baik dapat diperoleh. Lebih jauh lagi, kapasitas perdagangan batu bara juga diperluas guna memperbanyak keragaman produk. 


Kedua strategi efisiensi biaya. Di antaranya dengan mengurangi biaya penambangan seperti nisbah kupas, mendapatkan sumber bahan bakar dengan harga yang paling kompetitif, mengendalikan biaya perawatan, menekan biaya logsitik, rasionaliasi belanja modal, membuat pelbagai prakarsa efektivitas biaya, serta mengarahkan perusahaan menuju kemampuan digital guna menjaga efisiensi biaya. 


Ketiga strategi manajemen keuangan, yaitu dengan menerapkan pendekatan manajemen uang tunai guna meyokong kegiatan operasional perusahaan serta menjaga cadangan uang tunai yang cukup, mendapatkan pendanaan eksternal dari lembaga keuangan untuk mengambil peluang pertumbuhan organik maupun anorganik, dan menyeimbangkan porsi hutang dan ekuitas guna menjaga struktur modal yang optimal. 


Dengan kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan yang cepat di sektor energi, ITM melihat potensi signfikan untuk menggunakan teknologi, kemampuan digital dan pola pikir untuk menciptakan nilai lebih bagi para pemegang saham. 


Oleh sebab itu, perseroan telah memulai proses transformasi digital. Transformasi digital ini ditujukan untuk meningkatkan teknologi, pola pikir, dan organisasi perseroan untuk melakukan inovasi cara kerja, meningkatkan produk dan layanan dan memperluas ke bisnis-bisnis baru yang potensial. Kami percaya hasil transfomasi digital menjadi kunci inti kompetensi untuk menjalankan strategi-strategi kami dalam tahun-tahun mendatang

Kembali ke Berita